Monday, December 16, 2013

Model Pembelajaran Talking Stick



Model pembelajaran talking stick merupakan salah satu dari model pembelajaran kooperatif, guru memberikan siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain dengan cara mengoptimalisasikan partisipasi siswa (Lie, 2002:56). Kemudian menurut Widodo (2009) mengemukakan bahwa talking stick merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan sebuah tongkat sebagai alat penunjuk giliran. Siswa yang mendapat tongkat akan diberi pertanyaan dan harus menjawabnya. Kemudian secara estafet tongkat tersebut berpindah ke tangan siswa lainnya secara bergiliran. Demikian seterusnya sampai seluruh siswa mendapat tongkat dan pertanyaan.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran talking stick merupakan salah satu dari model pembelajaran kooperatif yang menggunakan sebuah tongkat sebagai alat penunjuk giliran dengan memberikan siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain sehingga  mengoptimalisasikan partisipasi siswa.
Menurut Sugihharto (2009) mengemukakan bahwa model pembelajaran talking stick termasuk dalam pembelajaran kooperatif karena memiliki ciri-ciri yang sesuai
dengan pembelajaran kooperatif yaitu: (1) Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya, (2) kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah, (3) bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda, serta (4) enghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu.
Suprijono (2009:90) menyatakan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran talking stick mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat. Dalam melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran tersebut terdapat beberapa langkah sebagai berikut.
 Pembelajaran dengan  model pembelajaran talking stick diawali oleh penjelasan guru mengenai materi pokok yang akan dipelajari. Siswa diberikan kesempatan membaca materi tersebut. Berikan waktu yang cukup untuk aktivitas ini. Guru selanjutnya meminta kepada siswa menutup bukunya. Guru mengambil tongkat yang telah disiapkan sebelumnya. Tongkat tersebut diberikan kepada salah satu siswa. Siswa yang menerima tongkat diwajibkan menjawab pertanyaan dari guru demikian seterusnya. Ketika shick bergulir dari siswa ke siswa lainnya, seyogjanya diiringi musik. Langkah terakhir dari model pembelajaran talking stick adalah guru memberikan kesempatan kepada siswa melakukan refleksi terhadap materi yang telah dipelajarinya. Guru memberi ulasan terhadap seluruh jawaban yang diberikan siswa, selanjutnya bersama-sama siswa merumuskan kesimpulan.
Selain itu, Suyatno (2009:124), menyatakan bahwa ada beberapa langkah atau sintaks dari langkah model pembelajaran talking stick, yaitu sebagai berikut.
1)      Guru menyiapkan sebuah tongkat.
2)      Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangan / paketnya.
3)      Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya, guru mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya.
4)      Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
5)      Guru memberikan kesimpulan.
6)      Evaluasi.
7)      Penutup.
Kemudian menurut Widodo (2009), menjelaskan bahwa sintaks atau langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran talking stick,  yaitu sebagai berikut.   
a.       Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
b.      Guru menyiapkan sebuah tongkat.
c.       Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi lebih lanjut.
d.      Setelah siswa selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, siswa menutup bukunya dan mepersiapkan diri menjawab pertanyaan guru.
e.       Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, jika siswa sudah dapat menjawabnya maka tongkat diserahkan kepada siswa lain. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
f.       Guru memberikan kesimpulan.
g.      Evaluasi.
h.      Penutup.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sintaks yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah (a) guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD, (b) guru menyiapkan sebuah tongkat, (c) guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi lebih lanjut, (d) setelah siswa selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, siswa menutup bukunya dan mepersiapkan diri menjawab pertanyaan guru, (e) guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru, (f) guru memberikan kesimpulan, (g) evaluasi dan penutup.
Kelebihan dan kekurangan dari penggunaan model pembelajaran  talking stick yang dikemukakan oleh Kiranawati (2007), mengemukakan bahwa kelebihannya melupti (1) menguji kesiapan siswa, (2) melatih membaca dan memahami dengan cepat, dan (3) agar lebih giat belajar (belajar dahulu). Sedangkan untuk kekuranganya ialah membuat siswa senam jantung.

1 comment:

  1. Selamat malam mas Ichwan, saya ingin tanya mengenai sumber2 terkait artikel tentang model pembelajaran talking stick ini, karena kebetulan saya sedang meneliti model pembelajaran ini untuk skripsi saya. Bisa tolong beritahu saya tentang sumbernya (terutama buku) yang bisa saya pakai untuk referensi. Mohon bantuan dan kerjasamanya, terima kasih

    ReplyDelete


music bar

music online



Superman