Tuesday, October 1, 2013

Timbulnya Ilmu Pengetahuan Alam



A. Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam
            Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi suatu pengalaman. Pengalaman yang diperoleh terakumulasi oleh karena adanya kuriositas manusia. Pengalaman merupakan salah satu terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus seiring berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi  berikutnya. Pertambahan pengetahuan  didorong oleh pertama untuk memuaskan diri, yang bersifat non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya kedua, dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Dorongan pertama melahirkan Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju Ilmu Pengetahuan Terapan (Aplied Science.  (Wedyawati, 2010).
Menurut Prof DR. M. J. Langerveld, Guru besar pada Rijk University di Utrecht (Belanda) di kutip Purnama (2008:74) yang menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan mengenai suatu hal tertentu, yang merupakan kesatuan sistematis dan memberikan penjelasan yang sistematis yang dapat dipertanggungjawabkan dengan sebab-sebab suatu kejadian.
Selanjutnya, Purnama (2008:73) menjelaskan bahwa objek penelaah ilmu adalah seluruh segi kehidupan yang dapat di uji oleh panca indra manusia. Ilmu membatasi diri pada kejadian-kejadian yang besifat empiris, yang terjangkau oleh fitrah pengalaman manusia dengan menggunakan panca indranya. Objek dibedakan atas dua hal yaitu, objek material adalah objek yang dilihat secara keseluruhan, dan objek formal yang dilihat dari suatu aspek tertentu saja. 
Dengan bertambah majunya alam pikiran dan makin berkembangnya cara-cara penyelidikan, manusia dapat menjawab banyak pertanyaan tanpa mengarang mitos. Berkat pengamatan yang sistematis, kritis, dan makin bertambahnya pengalaman yang diperoleh, lambat laun manusia berusaha mencari jawaban secara rasional. Dalam penyusunan pengetahuan, kaum rasionalis menggunakan penalaran deduktif dan penalaran induktif.
Penalaran deduktif ialah cara berfikir yang bertolak belakang dari kenyataan yang bersifat umum untuk menarik simpulan yang bersifat khusus. Sedangkan penalaran Induktif (Empiris) ialah cara berfikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Karena himpunan pengetahuan yang diperoleh dari penalaran Deduktif dan Induktif tidak dapat di andalkan sebagai ilmu pengetahuan maka muncullah ilmu yang secara teoritis dapat dari pengamatan dan eksperimentasi terhadap jegala-gejala alam. Konsep itu disebut ilmu pengetahuan alam  (Tim UPT MPK Unsri, dikutip Hanzat, dkk , 2010).

B. Pendekatan Ilmiah sebagai Kelahiran Ilmu Pengetahuan Alam
Margono dikutip Rahma, dkk (2011:13) mengemukakan bahwa pendekatan ilmiah sebagai kelahiram IPA merupakan suatu metode keilmuan atau pendekatan ilmiah adalah perpaduan antara rasionalisme dan empirisme. Pengetahuan yang disusun dengan cara pendekatan ilmiah atau menggunakan metode keilmuan, diperoleh melalui kegiatan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah ini dilaksanakan secara sistematik dan terkontrol berdasarkan atas data-data empiris. Kesimpulan dari penelitian ini dapat menghasilkan suatu teori. Metode keilmuan itu bersifat obyektif, bebas dari keyakinan, perasaan dan prasangka pribadi, serta bersifat terbuka.
Jadi, suatu himpunan pengetahuan dapat digolongkan sebagai ilmu pengetahuan bilamana cara memperolehnya menggunakan metode keilmuan, yaitu gabungan antara rasionalisme dan empirisme. Secara lengkap dapat dikatakan bahwa suatu himpunan pengetahuan dapat disebut Ilmu Pengetahuan Alam bilamana memenuhi persyaratan berikut, yaitu: obyeknya pengalaman manusia yang berupa gejala-gejala alam, yang dikumpulkan melalui metode keilmuan serta mempunyai manfaat untuk kesejahteraan manusia.  

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat didefinisikan Ilmu pengetahuan alam merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang pengungkapan rahasia dan gejala alam meliputi asal mula alam semesta dengan segala isinya, termasuk proses,  mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi. Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta ini selanjutnya merupakan dasar dari pengembangan ilmu pengetahuan alam (IPA). Informasi yang didapat, dapat disimpan dan diajarkan kepada generasi berikutnya ditambah dengan pengetahuan yang diperoleh saat itu maka informasi tentang pengetahuan ini terus bertambah dan berkembang dari generasi ke generasi berikutnya.

1 comment:

  1. Subhanallah,, ini memberikan penjelasan yg mudah dimengerti,,, terimakasih penulis😊

    ReplyDelete


music bar

music online



Superman