latest articles

Friday, April 18, 2014

SOAL MID SEMESTER



SOAL MIDSEMESTER

Mata Kuliah              : Perpustakaan Sekolah
Semester                   : 4 (Empat)
Program Studi           : Pendidikan Bahasa dan Sastra  Indonesia
Jurusan                      : Pendidikan Bahasa dan Seni
Jumlah Kredit           : 2 SKS
Soal                           : No urut Ganjil
Dosen Pengasuh        : Ichwan Aridanu, S.Pd.


Petunjuk : Kerjakan soal-soal di bawah ini secara tepat

1.      Tuliskan hal-hal di bawah ini.
a.                            Menurut Anda apakah pengertian Perpustakaan 
b.                          Apa pengertian struktur organisasi perpustakaan
c.                           Jenis-Jenis dan kegunaan perpustakaan
d.                          Perbedaan wilayah dengan perpustakaan nasional

2.   Tuliskan hal-hal di bawah ini
  1. Buatlah suatu program kerja perpustakan?
  2. Buatlah salah satu struktur organinasi perpustakaan?

3.      Jelaskan secara singkat mengenai klasifikasi bahan pustaka?

4.      Tuliskan dan jelaskan apa saja perlengkapan yang dibuat untuk suatu pustaka?

5.      Coba anda buat hal di bawah ini berdasarkan suatu pustaka
a.                             Kartu katalog pengarang
b.                            Kartu katalog Judul
c.                             Kartu katalog Subjek
d.                            Kantong kartu pustaka dan lebel

” Selamat Berkerja”


NB  :     - Dikumpul paling lambat Rabu 23 April 2014, pukul 16:00. untuk info pengumpulan hubungi dosen pengasuh. Jawaban di tulis di kertas doubel folio.
           - Bagi masing-masing kelompok diharapkan membuat ringkasan materi dari awal pertemuan sampai sekarang di buat dalam bentuk makalah, yang akan dikumpul pada pertemuan selanjutnya.

Read more

SOAL MID SEMESTER



SOAL MIDSEMESTER

Mata Kuliah              : Perpustakaan Sekolah
Semester                    : 4 (Empat)
Program Studi           : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan                      : Pendidikan Bahasa dan Seni
Jumlah Kredit           : 2 SKS
Soal                           : No urut Genap
Dosen Pengasuh        : Ichwan Aridanu, S.Pd.


Petunjuk : Kerjakan soal-soal di bawah ini secara tepat

1.      Tuliskan hal-hal di bawah ini :
a.           Menurut Anda apakah pengertian Perpustakaan 
b.          Apa pengertian struktur organisasi perpustakaan
c.           Tujuan perpustakaan
d.          Fungsi perpustakaan

2.        Tuliskan hal-hal di bawah ini
a.         Apa saja dan jelaskan program kerja perpustakan?
b.         Buatlah salah satu struktur organinasi perpustakaan?

3.        Tuliskan jenis-jenis dan unsur-unsur katalog bahan pustaka?

4.        Tuliskan dan jelaskan apa saja perlengkapan yang dibuat untuk suatu pustaka?

5.        Coba anda buat hal di bawah ini berdasarkan suatu pustaka
a.                             Buku inventarisasi
b.                            Kartu katalog pengarang
c.                             Kartu katalog Judul

” Selamat Berkerja”


NB  :- Dikumpul paling lambat Rabu 23 April 2014, pukul 16:00. untuk info pengumpulan hubungi dosen pengasuh. Jawaban di tulis di kertas doubel folio.
           - Bagi masing-masing kelompok diharapkan membuat ringkasan materi dari awal pertemuan sampai sekarang di buat dalam bentuk makalah, yang akan dikumpul pada pertemuan selanjutnya.


Read more

Monday, December 16, 2013

HAKEKAT PEMBELAJARAN


  
“Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur manusiawi, material, fasilitas, pelengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran” (Hamalik, 2008:26). Kemudian menurut Sutikno (2005:28) segala upaya yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri peserta didik.
     Selanjutnya, Dimyati dan Mudjiono (dalam Sutikno, 2005:27) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadinya proses belajar dalam diri peserta didik.
     Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu kombinasi yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri sehingga mencapai tujuan pembelajaran.
    Untuk menyusun atau merumuskan tujuan pembelajaran harus memperhatikan petunjuk praktis dalam penyusunan tujuan pembelajaran, hal ini dikemukakan oleh Mudhoffir (dalam Fathurrahman dan Sutikno, 2007:52). Adapun petunjuk praktis tersebut, yakni 1) formulasikan dalam bentuk yang operasional; 2) rumuskan dalam bentuk produk belajar, bukan proses belajar; 3) rumuskan dalam tingkah laku siswa bukan perilaku guru; 4) rumuskan standar perilaku yang akan dicapai; 5) hanya mengandung satu tujuan belajar; dan 6) rumuskan dalam kondisi mana perilaku itu terjadi.
    Bila ditinjau dari pengertian di atas, maka pembelajaran mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran berarti pembelajaran mempunyai tujuan, adapun tujuan dari pembelajaran, meliputi: 1) tujuan itu menyediakan situsi atau kondisi untuk belajar, 2) tujuan mendefinisikan tingkah laku siswa dalam benruk dapat diukur dan dapat diamati, dan 3) tujuan menyatakan tingkat minimal prilaku yang dikehendaki, misalnya pada peta pulau jawa, siswa dapat mewarnai dan memberi label pada peta jawa tersebut (Hamalik, 2008:77). Dari uraian tersebut, diharapkan suatu metode atau model pebelajaran yang digunakan oleh guru dalam penyampaian materi pada siswa dapat mencapai kriteria tujuan pebelajaran. Menurut Sutikno (2009:35) bahwa ada beberapa komponen pembelajaran, yang meliputi; 1) tujuan pembelajaran, 2) materi pelajaran, 3) kegiatan pembelajaran, 4) metode pembelajaran, 5) media, dan sumber belajar serta 7) evaluasi. , hal ini dapat ditemukan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
      Selain itu, prinsip-prinsip pembelajaran, hal ini selaras dengan pendapat Moshimoshi (2007) menjelaskan prinsip-prinsip pembelajaran yakni a) prinsip pembelajaran teori Behavioristik (Hartley & Davies), b) prinsip pembelajaran teori kognitif (Reilley & Lewis), c) prinsip pembelajaran teori humanisme, d) prinsip pembelajaran dalam rangka pencapaian ranah tujuan, e) prinsip pembelajaran teori kontruktivisme dan f) prinsip pembelajaran bersumber dari asas mengajar.
Read more

PTK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS)


 TAHAP-TAHAP PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1. Pendahuluan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi sebuah kelas secara bersamaan (Arikunto dkk, 2008:3). Selain itu, Saminanto (2010:2) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, memperbaiki kondisi dimana praktek-praktek pembelajaran tersebut dilakukan, serta dilakuan secara kolaboratif. 
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa PTK merupakan suatu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi sebuah kelas yang berbentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, memperbaiki kondisi dimana praktek-praktek pembelajaran tersebut dilakukan, serta dilakuan secara kolaborat
Pada prinsipnya pelaksanaan PTK ini meliputi (1) karena tugas guru adalah mengajar, maka pelaksanaan tidak boleh mengganggu atau menghambat kegiatan pembelajaran, (2) permasalahan yang dipilih harus menarik, nyata, tidak menyulitkan, dapat dipecahkan, berada dalam jangkauan penelti untuk melakukan perubahan, (3) pngumupulan data tidak menggangu atau meyita waktu yang terlalu banyak, (4) metode atau teknik pengumpulan data yang digunakan tidak terlalu banyak menuntut kemampuan atau waktu guru, dan (5) kegiatan penelitian harus merupakan yang berkelanjutan (Depdiknas, 2006:1). Tujuan dari PTK (Penelitian Tindakan Kelas) ini bertujuan agar guru melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran dikelas maupun dilapangan secara professional, oleh Karena itu penelitian tindakan kelas terkait erat dengan peryesuanian praktik pelajaran sehari-hari yang dihadapi oleh guru (Arikunto dkk, 2008:3).
2. Tahap-Tahap Penelitian Tindakan Kelas
Pada dasarnya secara sistematis ada beberapa tahap dalam penelitian tindakan kelas, yaitu sebagai berikut.
1.      Judul 
      Judul penelitian ini sebaiknya singkat dan spesifik namun jelas dan telah menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipakai harus sesuai dengan masalah sehingga tindakan tersebut akan memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi.
2.  Latar Belakang
     Latar belakang dalam penelitian ini harus menggambarkan  masalah yang akan diteliti dan solusi dari masalah yang dihadapi. 
3.   Rumusan Masalah 
     Rumusan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian kelas. dalam merumuskan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi bahkan ruang lingkup yang menjadi batasan masalah sebaiknya dalam merumuskan masalah sebaiknya gunakan kata pertanyaan misalnya adakah, apakah dan bagaimana dll
4.   Tujuan Penelitian 
      Tujuan  penelitian dalam bentuk suatu penelitian kelas harus sesuai dan selaras dengan rumusan masalah pada penelitian sehingga hasil dari penelitian akan sesuai dengan tujuan.
6.   Manfaat Penelitian 
      Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi guru dan kepala sekolah serta siswa itu sendiri.
7.   Tinjauan Pustaka
7.1 Kajian Teori 
7.2 Kajian Terdahulu yang relevan (jika ada)
8. Hipotesis Tindakan
    Hipotesis tindakan merupakan suatu dugaan sementara yang akan diuji kebenarannya setelah        diberikannya tindakan. 
9. Metodologi Penelitian 
9.1 Setting Penelitian 
     Setting penelitian ini terdiri dari lokasi penelitian, waktu penelitian dan subjek yang mengalami kendala (subjek yang akan diteliti)
9.2 Prosedur Penelitian
   Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari beberapa siklus setiap siklus ada 4 tahap yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
9.3 Pengumpulan data dan Validitas Data
9.3.1 Pengumpulan Data
     Pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas terdapat beberapa jenis teknik pengumpulan data, yakni observasi, tes, dokumentasi dan angket dll.
9.3.1 Vadilitas Data 
      Validitas data dapat dilakukan dengan dua cara, yakni (1) validitas pada siswa berupa instrumen seperti soal tes, angket (2) Validitas para ahli (validitas pakar) yang berupa perangkat pelaksanaan penelitian seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa, Lembar Observasi dll. namun ada sebagian peneliti tidak menggunakan validitas ini. 
9.4 Teknik Analisis Data Penelitian 
9.5 Indikator Keberhasilan 
10. Jadwal Penelitian. 
11. Rincian Biaya (jika perlu)
DAFTAR PUSTAKA

Read more

MACAM-MACAM METODE MENGAJAR

Pelaksaanan proses pembelajaran tidak lepas dari peran serta guru dalam menentukan atau memilih bahkan menerapkan suatu metode, model bahkan media ataupun pendekatan pembelajaran untuk meyampaikan suatu materi yang akan diberikan pada siswa. Salah cara guru untuk menyampaikan materi pada siswa dengan menerapkan metode pembelajaran yang tepat sehingga tujuan dan ketuntasan belajar yang diharapkan akan tercapai dengan optimal. Berdasarkan uraian tersebut, maka diharapkan dengan metode pembelajaran yang tepat mampu mengwujudkan siswa aktif untuk menerima dan mengikuti proses belajar mengajar dengan demikian dalam menerima materi siswa tidak mengalami kejenuhan dan kebosanan sehingga siswa dengan mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. Penggunaan metode pembelajaran sering kali memberikan dampak positif bahkan negatif tergantu seorang guru bagaimana cara menerapkannya.  Metode adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam upaya mencapai tujuan tertentu” (Hamalik, 2008:26) Hal ini juga dikemukan oleh Djamarah(2006:74) metode adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan.  Dari uraian tersebut, maka disimpulkan bahwa metode merupakan suatu cara  atau strategi yang digunakan untuk menyajikan, menyampaikan bahan pelajaran atau materi pada siswa dalam mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan.makin tepat metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar, diharapkan makin efektif pula pencapaian tujuan pembelajaran.  Dalam memilih suatu metode yang akan digunakan dalam rangka perencanaan pengajaran, perlu mempertimbangkan beberapa faktor-faktor tertentu. Adapun faktor-faktor tersebut yang dikemukakan oleh (Ibrahim,dkk, 2003:108-109) meliputi: (1) kesesuian dengan tujuan instruksional, (2) keterlaksanaan dilihat dari waktu dan sarana. Secara besar metode pembelajaran di bagi menjadi beberapa jenis atau macam-macam metode, yaitu sebagai berikut.
  • Metode Cerama adalah sebauh metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan  kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Dalam hal ini biasanya guru memberikan uraian mengenai topik tertentu di tempat tertentu dan alokasi waktu tertentu pula, metode ini juga lazim pula disebut metode kuliah.
  • Metode Tanya Jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari gruru kepada siswa, tetapi dapat pula dari kepada guru. Metode ini dimaksudkan untuk merangsang untuk berpikir dan membimbing perserta didik dalam mencapai kebebaran.
  • Metode Diskus  adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa penyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama
  • Metode Demontrasi dan eksperimen merupakan suatu metode yang menghubungan nya dengan penyajian informasi daoat diartikan sebagai upaya peragaan tentang suatu cara melakukan sesuatu. Metode demontrasi adalah metode dengan memperagakan barang, kejadian, urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan yang sedang disajikan.
  • Metode Karyawisata adalah metode dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak keluar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau objek yang mengandung sejarah, hal ini bukan rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat langsung atau kenyataan.
  • Metode Tutoriall ini diberikan dengan bantuan tutor. Setelah siswa diberikan bahan ajar, kemudian siswa diminta untuk mempelajari bahan ajar tersebut. Pada bagian yang dirasakan sulit, siswa dapat bertanya pada tutor
  • Metode Praktek Dimaksudkan supaya mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda, seperti diperagakan, dengan harapan anak didik menjadi jelas dan mudah sekaligus dapat mempratekan materi yang dimaksud.
  • Metode Kerja Sama ialah upaya saling membantu antara dua orang atau lebih, antara individu dengan kelompok lainnya dalam melaksanakan tugas atau menyelesaikan problema yang  dihadapi dan menggarap berbagai program yang bersifat prospoektif, guna mengwujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan bersama.
  • Metode Penugasan Metode penugasan tidak sama dengan istilah pekerjaan rumah, tapi jauh lebih luas. Tugas dilaksanakan dirumah, disekolah, diperpustakaan dan tempat lainnya. Metode ini untuk merangsang siswa aktif belajar baik secara individu atau kelompok.
  • Metode Pemberian Tugas dan Resitasi merupakan suatu cara digunakan oleh guru dalam memberikan sejumlah item tes kepada siswa untuk dikerjakan di luar jam pelajaran agar siswa melakukan kegiatan balajar baik secara individual maupun kelompok dalam mencapai tujuan tertentu. Sudirman (1992) ada beberapa langkah-langkah yang ditempuh dalam pendekatan pelaksanaan metode resitasi yaitu (1)  tugas yang diberikan harus jelas, (2) tempat dan lama waktu penyelesaian tugas harus jelas, (3) tugas yang diberikan terlebih dahulu dijelaskan/diberikan petunjuk yang jelas, agar siswa yang belum mampu memahami tugas itu berupaya untuk menyelesaikannya, (4) guru harus memberikan bimbingan utamanya kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar atau salah arah dalam mengerjakan tugas dan (5) memberi dorongan terutama bagi siswa yang lambat atau kurang bergairah mengerjakan tugas. kemudian fatomogana (2010) menjelaskan bahwa fase mempertanggungjawabkan tugas.  Selain itu, prosedur metode resitasi yang perlu diperhatikan dalam proses belajar mengajar antara lain: memperdalam pengertian siswa terhadap pelajaran yang telah diterima, melatih siswa ke arah belajar mandiri, dapat membagi waktu secara teratur, memanfaatkan waktu luang, melatih untuk menemukan sendiri cara-cara yang tepat untuk menyelesaikan tugas dan memperkaya pengalaman di sekolah melalui kegiatan di luar kelas. Kelebihan metode pemberian tugas dan resitasi, yakni (a) pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama, (b) anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri  dan memiliki kelemahan  metode pemberian tugas dan resitasi, yakni (a) terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri, (b) terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.  dan (c) Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (http://andra-kirana.blogspot.com) . Alipandie (1998)mengemukakan ada beberapa kelemahan atau kekurangan metode resitasi antara lain: tidak jarang pekerjaan yang ditugaskan itu diselesaikan dengan jalan meniru, karena perbedaan individual anak tugas diberikan secara umum mungkin beberapa orang diantaranya merasa sukar sedang yang lain merasa mudah menyelesaikan tugas itu dan apabila tugas sering diberikan maka ketenangan mental pada siswa terpengaruh. Penerapan atau pemberian tugas dan resitasi pada siswa mampu merangsang siswa aktif belajar, kemadirian belajar, displin serta kreativitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar serta siswa  (anak) akan menjadi terbiasa mengisi waktu luangnya, memupuk rasa tanggung jawab, melatih anak berfikir kritis, tekun, giat dan rajin.
  • Metode Latihan merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, selain itu, juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik.  selain itu, metode latihan ini dapat juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan.
  • Metode Penemuan (Discovery) adalah proses mental siswa dimana siswa mampu mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud dengan proses mental tersebut antara lain :mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, membuat dugaan,menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan konsep atau prinsip adalah bila logam dipanaskan maka logam dipanaskan maka logam tersebut akan mengembang. Dalam proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi (Sund dalam suryosubroto, 2002:193).
    Berdasarkan uraian di atas, maka beberapa jenis metode pembelajaran tersebut diharapkan mampu membantu guru dalam membangkitkan motivasi dan keaktifan siswa untuk menerima materi yang diberikan sehingga ketuntasan belajar siswa akan tercapai secara optimal dengan demikian tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik. namun tidak menutup kemungkinan masih ada metode-metode lainnya yang bisa digunakan untuk membangkitan motivasi, minat bahkan keaktifan siswa atau dengan kata lainnya guru harus mampu memvariasikan metode pembelajaran sehingga siswa tidak mengalami kejenuhan dalam menerima bahkan mengikuti proses belajar mengajar.
Read more

MODEL PEMBELAJARAN



 A.  Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial (Trianto,2007:5). Sedangkan menurut Suprijono (2010:46) menyatakan bahwa model pembelajaran dapat difenisikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Selain itu, Anurrahman (2009:146) mengutarakan pendapat bahwa model pembelajaran merupakan suatu perangkat rencana atau pola yang dapat dipergunakan untuk merancang bahan-bahan pelajaran serta membimbing aktivitas pembelajaran di kelas. 
         Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu perangkat rencana atau kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam merancang bahan-bahan pembelajaran serta membimbing aktivitas di kelas atau  pembelajaran dalam tutorial guna mencapai tujuan belajar.
Dalam menggunakan atau menerapkan suatu model pembelajaran dalam penyampaian materi terdapat suatu keunggulan dari penggunaan model pembelajaran tersebut bilamana seorang guru mampu mengadapatasikan atau mengkombinasikan beberapa model sehingga menjadi lebih serasi dalam mencapai hasil belajar siswa yang lebih baik (Anurrahaman , 2009:146).                
Dari  penjelasan di atas, maka dalam penggunaan model pembelajaran yang tepat dalam memberikan materi pada siswa mampu merangsang timbulnya rasa senang siswa terhadap pelajaran, menumbuhkan dan meningkatkan motivasi bahkan keaktifan siswa dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik lagi.
B. Ciri-Ciri dan Fungsi Model Pembelajaran
Menurut Trianto (2007:6) model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur. Model pembelajaran atau pengajaran mempunyai empat cri khsusus yang tidak dimiliki oleh strategi, metode atau prosedur. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut.
a.       Rasional teoretik logis yang dissusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
b.      Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai).
c.     Tingkah laku mengajar yag diperlukan agar model tersebut dapat  dilaksanakan dengan berhasil, dan
d.      Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.  (Kardi dan Nur, dalam Trianto, 2007:6)
Dari uraian tersebut, maka menurut Suprijono (2010:49) menyebutkan bahwa model pembelajarang berfungsi untuk membantu perserta didik mendapatkan informasi, ide, keterampilan, cara berpikir dan mengekspresikan ide. Model pembelajaran berfungsi pula sebagai pedoman bagai para perancang pembelajaran dan para guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. 
C.  Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran
Menurut Isjoni dalam Rosmawaty (2010:7) menyatakan bahwa dalam prakteknya semua model pembelajaran bisa dikatakan berhasil jika memenuhi prinsip-prinsip, yaitu sebagai berikut.
a.       Semakin kecil upaya yang dilakukan oleh guru dan semakin besar aktivitas belajar siswa.
b.      Semakin sedikit waktu yang diperlukan guru untuk mengaktifkan siswa belajar.
c.       Sesuai dengan cara belajar siswa yang dilakukan.
d.      Dapat dilaksanakan dengan baik oleh guru.
e., Tidak ada satupun metode yang paling sesuai untuk segala tujuan, jenis materi, dan proses belajar yang ada .
Berdasarkan prinsip yang dikemukan oleh para ahli terlihat bahwa suatu model pembelajaran seorang guru harus memperhatikan prinsip-prinsip tersebut sehingga model pembelajaran yang akan digunakan bisa dikatakan berhasil digunakan dalam proses belajar mengajar.
D.  Jenis-Jenis Model Pembelajaran
Berikut model pembelajaran yang sering oleh seorang guru dalam suatu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pada siswa, yaitu sebagai berikut.
a. Mind Mapping
       Mind mapping (peta pikiran) adalah suatu cara untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar otak, yang merupakan cara mencatat yang kreatif dan efektif (Suyatno, 2009:99). Selain itu, mind mapping adalah suatu cara memetakan sebuah informasi yang digambarkan ke dalam bentuk cabang-cabang pikiran dengan berbagai imajinasi kreatif (Sulistiyaningsih, 2010). Menurut Indriyani (2010) mind mapping merupakan suatu strategi pembelajaran yang mengembangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan dengan menggambarkan hal-hal yang bersifat umum kemudian baru ke hal-hal yang bersifat khusus dalam sebuah peta.
Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa mind mapping merupakan suatu strategi pembelajaran untuk menempatkan atau memetakan sebuah informasi yang bertujuan mengembangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan. 
Menurut Suyatno (2009:99) menjelaskan bahwa manfaat peta pikiran (mind mappin), yaitu a) memberikan pandangan menyeluruh pokok masalah atau area yang luas, b) memungkin kita merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui ke mana kita akan pergi dan dimana kita berada, c) mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat, d) mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan kita melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru, dan f) merupakan sesuatu yang menyenangkan untuk dipandang, dibaca, serta direnungkan dan ingat
         Selanjutnya Suyatno (2009:100) menyebutkan manfaat peta pikiran memberikan manfaat bagi anak-anak, antara lain (a) membantu dalam mengingat, (b) mendapatkan ide, (c) menghemat waktu, (d) berkosentrasi, (e) mendapatkan nilai uang lebih bagus, (f) mengatur pikiran dan hobi, (g) media bermain, (h) bersenang-senang dalam menuangkan imajinasi yang tentunya memunculkan kreativitas. Selain itu menurut Buzan dalam Kurniawati (2010) model pembelajaran mind mapping dapat bermanfaat untuk: 1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis, 2)  Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar, 3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan, 4) Membuat rencana atau kerangka cerit, 5)    Mengembangkan sebuah ide, 6) Membuat perencanaan sasaran pribadi, 7) Memulai usaha baru, 8) Meringkas isi sebuah buku, 9) Fleksibel, 10) Dapat memusatkan perhatian, 11) Meningkatkan pemahaman dan 12) Menyenangkan dan mudah diingat.
              Manfaat peta pikiran juga dikemukakan dalam http://herdy07.wordpress.com diakses tanggal 13 Febuari 2011 terdapat beberapa manfaat memiliki mind mapping antara lain : (1) merencana; (2) berkomunikasi; (3) menjadi kreatif; (4) menghemat waktu; (5) menyelesaikan masalah; (6)  memusatkan perhatian; (7) menyusun dan menjelaskan fikiran – fikiran; (8) mengingat dengan lebih baik; (9) belajar lebih cepat dan efisien; dan (10) melihat gambar keseluruhan. 
 Menurut Ahmadi (2009:182) menyatakan bahwa mind mapping sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa untuk menentukan alternatif jawaban dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a.       .Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaliknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban.
c.       Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang.
d.      Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi.
e.   Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan tulis dan mengelompokkan sesuatu kebutuhan guru.
f.  Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai dengan konsep yang disediakan oleh guru.

Selain itu, http://wyw1d.wordpress.com diakses tanggal 13 Februari 2011 menjelaskan bahwa model pembelajaran mind mapping sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. Dipergunakan dalam kerja kelompok secara berpasangan (2 orang) dengan langkah-langkah pembelajarannya.

a)      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b)      Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
c)      Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
d)  Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
e) Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
f)        Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang kiranya belum dipahami siswa.
g)      Kesimpulan/penutup.
 Suyatno (2009:94) menyatakan bahwa untuk mengajak anak (siswa) membuat peta pikiran diperlukan beberapa hal, yaitu kertas kosong bergaris, pena atau spidol berwarna, otak dan imajinasi. Tujuh lagkah dalam membuat peta pikiran: (a) mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar, (b) gunakan gambar atau foto untuk ide sentral, karena gambar melambangkan topik utama, (c) gunakan warna, karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar sehingga peta pikiran lebih hidup, (d) hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya, (e) buatlah garis hubung yang melengkung, (f) gunakan satu kata kunci untuk setiap cabang atau garis, dan (g) gunakan gambar, karena setiap gambar bermakna seribu kata. Dalam membuat Mind Mapping juga diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi. Variasi dengan huruf capital, warna, garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama. Menghidupkan mind mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan. Membuat Mind Mapping yang terdapat didalam (http://astutimin.wordpress.com diakses tanggal 13 Februari 2011  ) Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar mind mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. Berikut
(a)   Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna.
(b)   Garis: lebih tebal untuk bois dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. Seluruh garis harus tersambung ke pusat.
(c)    Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat.
(d)   Image: gunakan sebanyak mungkin gambar, kode, simbol, grafik, table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 dimensi agar lebih menarik lagi.
(e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. Warna berbeda untuk setiap bois dan warna cabang harus mengikuti warna bois.
(f)  Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. bois umumnya terdiri dari 2– 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1.

           Kelebihan dari mind mapping dalam http://mahmmudin.wordpress.com diakses tanggal 13 Februari 2011, sebagai berikut.
a.       Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.
b.      Dapat bekerjasama dengan teman lainnya
c.       Catatan lebih padat dan jelas
d.      Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.
e.       Catatan lebih terfokus pada inti materi
f.        Mudah melihat gambaran keseluruhan
g.       Membantu Otak untuk: mengatur, mengingat, membandingkan dan membuat hubungan
h.       Memudahkan penambahan informasi baru
i.         Pengkajian ulang bisa lebih cepat
j.        Setiap peta bersifat unik
Selain mempunyai kelebihan mind mapping juga memiliki kelemahan atau kekurangan, yaitu sebagai berikut.
a)      Hanya siswa yang aktif yang terlibat.
b)      Tidak sepenuhnya murid yang belajar
c)      Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa.


b, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing
“Model snowball throwing merupakan suatu cara untuk melatih siswa agar lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Pertanyaan atau pesan tersebut ditulis dengan menggunakan kertas berisi pertanyaan yang diremas menjadi sebuah bola kertas lalu dilempar-lemparkan kepada siswa lain. Siswa yang mendapat bola kertas lalu membuka dan menjawab pertanyaannya” 

            Menurut Pendidikan dan Latihan Propesi Guru (PLPG, 2008:22) mengemukakan bahwa snowball throwing dapat diartikan suatu gumpalan kertas yang tertulis pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan pada siswa lainnya dengan tujuan untuk terjadi tanya jawab terhadap masing-masing kelompok.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa snowball throwing merupakan  suatu cara untuk melatih siswa agar lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Pertanyaan tersebut dilemparkan dengan menggunakan kertas berisi pertanyaan yang diremas menjadi sebuah bola kertas lalu dilempar-lemparkan kepada siswa lain, dengan kata lain bola tersebut dikenal dengan bola salju sehingga terjadinya tanya jawab antara siswa.
Pendidikan dan Latihan Propesi Guru (PLPG, 2008:22) menyatakan bahwa dalam terlaksananya proses belajar mengajar dengan menggunakan snowball throwing seharusnya guru memperhatikan langkah-langkah yang harus dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran snowball throwing tersebut sebagai berikut:
1)         Guru menyampaikan materi yang akan disajikan.
2)      Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi,
3)  Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru ke temannya,
4)         Masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menulis satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
5)    Kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama kurang lebih 5 menit.
6)      Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan pada siswa tersebut untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergiliran.
7)         Peserta didik memberikan kesimpulan.
8)         Evaluasi dan  penutup.
Read more

music bar

music online



Superman